Wednesday, May 12, 2010

MONYET BOTI


MONYET BOTI (Macaca tonkeana Meyer,1899)

Zahmianur S.Hut

1. Biologi Monyet Boti

a. Taksonomi dan Morfologi Monyet Boti

Monyet boti mempunyai klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Sub Filum : Vertebrata

Kelas : Mamalia

Ordo : Primata

Sub Ordo : Anthropoidea

Famili : Cercopithecidae


Sub Famili : Cercopithecinae

Genus : Macaca

Species : Macaca tonkeana Meyer, 1899

(Wachyoewati, dkk., 1997; The University of Michigan, 2004).

Monyet boti memiliki panjang tubuh berkisar antara 500 -700 mm, dengan panjang ekor 30-70 mm. Berat tubuhnya 12-14 kg. Tubuh bagian dorsal dan anggota badan seluruhnya berwarna hitam mengkilap. Rambut bagian kepala berwarna coklat hingga coklat gelap, rambut kepala agak berjambul. Di antara 8 jenis monyet yang ada di Sulawesi, jenis ini yang mempunyai rambut paling hitam. Rambut pada kaki tumbuh pendek. Bagian ventral berwarna coklat tua sampai hitam. Pada digo muda, warna rambut pada kepala dan lehernya lebih gelap bila dibandingkan dengan boti dewasa. Tidak ada perbedaan antara warna rambut jantan dan betina. Bantalan kawin berbentuk oval, berwarna merah jambu. Di antara bantalan kawin tersebut tidak terdapat celah pemisah (Supriatna dan Wahyono, 2000).

b. Habitat

Habitat yang sesuai bagi satu jenis belum tentu sesuai untuk jenis lainnya, karena setiap jenis satwa menghendaki kondisi habitat yang berbeda-beda (Alikodra, 1990). Primata sebagai satwa liar banyak mendiami berbagai habitat mulai dari hutan mangrove, hutan rawa gambut, hutan dataran rendah dan hutan tropika dataran tinggi (Fooden, 1969 dalam Rosyid, 2004).


Monyet boti hidup pada hutan primer dataran rendah, hutan sekunder dan hutan dataran tinggi hingga ketinggian 1.300 meter dpl seperti di daerah Cagar Alam Fehrumpenai selain itu, satwa ini juga mendiami daerah sekitar perladangan, perkebunan dan pesisir (Supriatna dan Wahyono, 2000).


Menurut CBSG-Indonesia (2001) dalam Gunawan, dkk (2002), habitat monyet boti berupa hutan hujan tropis baik primer maupun sekunder bahkan juga perkebunan kopi sebaran habitatnya pada ketinggian 600 sampai 1.300 m dpl. Kemudian menurut Brotoisworo (1982) dalam Gunawan, dkk (2002), mencatat bahwa monyet ini tersebar hingga ketinggian 1801-2000 m dpl.


Habitat perkawinan monyet boti diperkirakan di hutan sekunder dimana terdapat banyak tempat terbuka dan datar. Tempat tidur dan berlindung di pohon besar dan tinggi 20-25 m dengan banyak cabang dan tajuk membentuk atap lindungan kebanyakan merupakan pohon penghasil buah dari jenis-jenis Ficus spp. Habitat tempat mencari makan di hutan sekunder dengan pohon yang agak jarang namun memiliki penghasil buah yang menyebar terutama dari jenis Ficus spp, Eugenia spp dan Dracontomelon mangiferum (Gunawan, dkk., 2002).



c. Penyebaran

Penyebaran monyet boti di Sulawesi cukup luas jika dibandingkan dengan jenis monyet Sulawesi lainnya satwa ini dapat ditemukan di Sulawesi Tengah, mulai dari bagian utara sampai ke selatan. Sebelah utara penyebarannya dibatasi oleh dataran rendah Siweli sampai Kasimbar (00 05’ LS), sebelah barat daya oleh penyempitan danau Tempe (40 LS) dan sebelah tenggara oleh danau Matano dan danau Towuti (20 30’ LS) (Supriatna dan Wahyono, 2000).


d. Status Dilindungi

Monyet boti memiliki status dilindungi, melalui SK Menteri Pertanian tanggal 29 Januari 1970 No. 421/Kpts/um/8/1970, Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya dan diperkuat lagi dengan SK Menteri Kehutanan tanggal 10 Juni 1991 No. 301/Kpts-II/1991 (Supriatna dan Wahyono, 2000).


DAFTAR PUSTAKA



Gunawan, H. dkk., 2002. Kajian Kemungkinan Rehabilitasi Habitat Anoa (Bubalus quarlesi), Babirusa (Babyrousa babyrussa) dan Monyet Sulawesi (Macaca tonkeana) Di Taman Nasional Lore Lindu. Laporan Penelitian. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Sulawesi, Makassar. (Tidak dipublikasikan).

Rosyid, A., 2003. Aktivitas Makan Pada Hylobates syndactylus Raffles, 1821 Di Areal Penelitian Way-Canguk Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung. Tesis. Universitas Indonesia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Pasca Sarjana, Program Studi Biologi, Depok. (Tidak dipublikasikan).

Supriatna, J. dan E. H. Wahyono, 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

The University of Michigan, 2004. Macaca tonkeana Classification. http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/classifications/Macaca_tonkeana.htm diakses 23 November 2004.

Wachyoewati, T., T. Barang dan B. Anthony, R. Firly, dan Y. Sango, 1997. Inventarisasi Monyet Hitam (Macaca tonkeana) Di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. Laporan Penelitian. Balai Konservasi Sumberdaya Alam VI, Sulawesi Tengah.

No comments: